Your name

www.your-url-here.com
Your own description here. Edit it.
About Me
Replace this with your own description here. Go to "Edit HTML" to change this.

Tiap proses belajar mengajar tentu memiliki cara dan metode tertentu. Secara umum definisi metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam tulisan saya kali ini saya akan memperkenalkan teori pembelajaran behaviorisme atau behavioristik dalam dunia pendidikan secara singkat dan dengan bahasa yang mudah di mengerti . Teori belajar behavioristik adalah perubahan tingkah laku siswa yang disebabkan adanya komunikasi dari pengalaman. Teori ini dianut oleh Berliner dan Gage, yang mana menjadi sangat populer dikalangan para filosof pendidik. Lebih lanjut, teori behavioristik merupakan bentuk perubahan tingkah laku pada siswa dalam hal kebiasaan dan pola pikir baru sebagai akibat dari adanya respon dan rangsangan. Bila disimpulkan tujuan dari teori ini adalah, siswa bisa diasumsikan sudah belajar bila mereka telah memperlihatkan perubahan dalam tingkah lakunya.

Berlandaskan hal paling utama pada teori Behavioristik adalah input kepada siswa yang berbentuk rangsangan (stimulus) dan output yang berbentuk respon.

Maksud dari stimulus atau rangsangan adalah segala bentuk apapun yang guru sampaikan kepada pembelajar, dan respon adalah bentuk tanggapan pembelajar dari apa yang disampaikan oleh guru.jadi hal yang paling utama dalam metode pembelajara ini adalah stimulus dan respon.

Proses Stimulus-Respons ini terdiri dari beberapa unsur, yaitu:

  1. Drive (Dorongan)

Peserta didik merasa akan adanya kebutuhan terhadap sesuatu sehingga dirinya terdorong untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

  1. Stimulus (Rangsangan)

Guru memberikan stimulus yang menyebabkan timbulnya respons peserta didiknya.

  1. Respons (Reaksi)

Respons akan muncul dari peserta didik sebagai bentuk balasan dari stimulus yang diterimanya.

  1. Reinforcement (Penguatan)

Guru memberikan kegembiraan atau menimbulkan kebutuhan yang nyata supaya peserta didik tergerak untuk memberikan respons kembali.

Contoh penerapan cara pembelajaran behavioristik;

seorang Guru memberi hadiah kepada peserta didiknya sebagai penghargaan nilai paling tinggi sehingga peserta didik itu lebih rajin.  Murid mendapatkan suatu dorongan dari guru untukbisa mendapatkan nilai yang bagus dan bisa mendapatkan hadiah dari guru tersebut (rangsangan), sehingga murid akan semakin rajin belajar(respon) untuk mendapatkan nilai yang bagus da mendaptkan hadiah(Reinforcement) dari guru tersebut. 

Contoh lain model pembelajaran yang memiliki dasar teori behavioristik:

  1. Grup Investigation
  2. Problem-Based instruction
  3. Inquiri
  4. Model Pembelajaran Perubahan Konseptual
  5. Model Pembelajaran Reasoning dan Problem Solving.

Keunggulan metode pembeljaran behavioritik ini adalah cocok diterapkakn untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi hadiah atau pujian.

Dapat dikendalikan melalui cara mengganti mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan, sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya.Behaviorisme ini juga menuntut setiap pembelajar untuk melahirkan kebiasaan konsentrasi. Ini berlandaskan agar pembelajar selalu siap dalam merespon segala hal yang diberikan pengajar.

dan untuk kekurang metode pembelajaran ini yang berlandaskan behaviorisme dalam penerapannya berfokus pada guru yang menjelaskan suatu materi. Bila guru tidak kreatif dalam penjelasan ilmu pengetahuan, maka pembelajar akan bosan dan mengurangi daya kreatif dan aktif pembelajar.Penekanan lain pada behaviorisme adalah penekanan pada hafalan. Karena umur teori ini sudah tua maka hasil dari penerapan cenderung ketat dan pembelajar akan kekurangan referensi tentang cara berpikir.Karena berfokus pada guru, pembelajaran ini akan berjalan kurang menyenangkan dan yang pasti akan membosankan bilamana guru tidak kreatif dalam menjelaskan materi.Siswa dituntut untuk terus menerima ilmu dari guru dan belajar menggapai tujuan seperti nilai akan membuat siswa menjadi pasif dan kurang inovatif.

Berikut adalah tulisan singkatyang bisa saya sampaikan untuk metode pembelajaran behaviorisme, semoga bisa untuk belajar bersama.

0 Post a Comment:

Posting Komentar